logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

KLIK

JAM DIGITAL

SITEMETER
Pesan dan chatting
calendar
kutu buku


Masukkan Code ini K1-463AB3-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

visitor
adsense

CITY
HARGA EMAS

USER ONLINE

banner

Kantor sub agen Aqua Nusa Prima Laksana
image

TEJA LAKSANA

6281333536275


Dan CARD CENTER SITEKNO CABANG MALANG DAN BLITAR
JALAN BONDOWOSO NO. 25 MALANG
JALUR AL DAN LG

Keriput Karena Gula

muka keriput

Vera Farah Bararah - detikHealth Ilustrasi (Foto: health)New York,

 

Satu lagi fakta negatif jika terlalu doyan makan-makanan manis atau bergula. Bukan hanya bisa memicu diabetes, konsumsi gula berlebihan juga bisa memicu timbulnya keriput. Jika seumur hidup seseorang banyak mengonsumsi gula, maka bisa membuat kulit menjadi kusam dan keriput. Selain diabetes, gula juga merusak gigi. Hubungan gula dan keriput ini ada pada advanced glycation end products (AGEs), molekul di darah yang berbahaya. Semakin banyak jumlah gula yang dikonsumsi seseorang, maka semakin banyak AGEs yang berkembang. "AGEs yang terakumulasi ini akan menumpuk dan merusak protein di sebelahnya dengan cara seperti domino," ujar Fredric Brandt, MD, serang dermatolog yang berpraktek di Miami dan New York City, seperti dikutip dari AOLHealth, Jumat (23/4/2010). Protein yang paling rentan terhadap kerusakan dari AGEs adalah kolagen dan elastin, yaitu serat protein yang menjaga kulit agar tetap kencang dan elastis. Kolagen juga merupakan protein yang paling umum di dalam tubuh. Setelah protein ini dirusak, maka kolagen serta elastin akan menjadi kering dan rapuh sehingga mengakibatkan kulit keriput dan kendur. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Dermatology, efek-efek penuaan mulai terjadi sekitar usia 35 tahun dan akan meningkat dengan cepat setelah itu. "Selain merusak kolagen, konsumsi tinggi gula ini juga dapat mempengaruhi tipe kolagen lain yang menjadi salah satu faktor untuk menentukan seberapa lama kulit seseorang bisa tahan terhadap risiko keriput," ungkap Brandt. Kolagen yang paling banyak terdapat di kulit adalah tipe I, II. Serta tipe III yang paling stabil dan paling lama bertahan. Proses glikasi mengubah kolagen tipe III menjadi tipe I yang lebih rapuh. Jika hal ini terjadi, maka kulit akan terlihat keriput dan terasa kurang lentur. Salah satu cara untuk menonaktifkan AGEs adalah melalui enzim antioksidan alami di dalam tubuh. "Kelompok yang sering menunjukkan tanda-tanda awal penuaan dini adalah penderita diabetes, Tapi hal ini juga tergantung dari seberapa baik penyakit tersebut dapat dikendalikan," ujar Karyn Grossman, seorang dermatolog di New York City dan Santa Monica. Tidak ada kata terlambat untuk mengatasi hal ini, usahakan untuk meminimalkan jumlah asupan gula yang masuk ke dalam tubuh sehingga tidak merusak kulit. (ver/ir)

Sun, 25 Apr 2010 @22:45

Copyright 2010 TEJA LAKSANA All Rights Reserved
Proudly Powered by sitekno