logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

KLIK

JAM DIGITAL

SITEMETER
Pesan dan chatting
calendar
kutu buku


Masukkan Code ini K1-463AB3-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

visitor
adsense

CITY
HARGA EMAS

USER ONLINE

banner

Kantor sub agen Aqua Nusa Prima Laksana
image

TEJA LAKSANA

6281333536275


Dan CARD CENTER SITEKNO CABANG MALANG DAN BLITAR
JALAN BONDOWOSO NO. 25 MALANG
JALUR AL DAN LG

Lemak Di Perut Memicu Peradangan

perut ndut

Ilustrasi (Foto: embraceyourheart)Sydney

 

, Kelebihan berat badan diketahui dapat memicu timbulnya berbagai penyakit di tubuh. Lemak berlebih yang ada disekitar perut memicu produksi sel imun 'pro-inflamasi' yang meningkatkan peradangan dalam tubuh. Karenanya jika seseorang berhasil menurunkan berat badan, lemak di perut akan berkurang sehingga produki sel imun 'pro inflamasi akan menurun dan kekebalan tubuh juga akan meningkat. Sistem kekebalan tubuh terdiri dari berbagai macam sel yang dapat melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus dan kuman lainnya. Sel-sel ini harus hidup berdampingan dalam keseimbangan tertentu agar kesehatan seseorang bisa dipertahankan dengan baik. Tapi banyak faktor yang bisa mempengaruhi kemampuan sistem imun ini seperti kelebihan lemak tubuh. Jika hal ini terjadi, maka tubuh akan menciptakan jenis sel kekebalan yang dapat merugikan dan bukan melindungi tubuh. Para ilmuwan telah mengetahui bahwa kelebihan lemak tubuh, khususnya lemak perut dapat memicu produksi dari sel imun 'pro-inflamasi' yang bersirkulasi dalam darah dan meningkatkan peradangan dalam tubuh. Salah satu contoh peradangan kronis telah dikaitkan dengan penyakit arteri koroner dan masalah kesehatan lainnya. Selain itu sel imun yang menyebabkan radang dikenal dengan makrofag juga aktif dalam jaringan lemak. Dalam studi ini peneliti mengamati orang-orang obesitas dengan diabetes tipe 2 dan pradiabetes yang melakukan diet terbatas antara 1.000-1.600 kalori per hari selama 24 minggu. Partisipan yang menurunkan berat badannya menunjukkan adanya pengurangan 80 persen jumlah sel kekebalan pro inflamasi serta penurunan aktivasi dari makrofag pada jaringan lemak peserta. "Masyarakat harus menyadari bahwa kelebihan lemak bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuhnya dan hal ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya," ujar Katherine Samaras, seorang professor dari Garvan Institute of Medical Research di Sydney, seperti dikutip dari LiveScience, Sabtu (24/4/2010). Seseorang yang kehilangan berat badan sekitar 6 kilogram cukup untuk menurunkan tingkat sel pro-inflamasi. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam the Journal of Clinical Endocrinology Metabolism pada 7 April lalu. (ver/ir)

Sun, 25 Apr 2010 @22:27

Copyright 2010 TEJA LAKSANA All Rights Reserved
Proudly Powered by sitekno